Home » » Damarwulan-Minakjinggo (Sebuah Legenda Majapahit) - 1983

Damarwulan-Minakjinggo (Sebuah Legenda Majapahit) - 1983

Sinopsis Film : Damarwulan-Minakjinggo (Sebuah Legenda Majapahit)
Di saat krisis Majapahit yang tengah menghadapi ancaman Adipati Blambangan, Minakjinggo, Damarwulan yang selalu diikuti dua punakawannya, Sabda Palon dan Naya Genggong, mengabdi di kerajaan Majapahit sesuai petunjuk kakek dan ibunya. Ia mengabdi di tempat pamannya sendiri, Patih Logender, untuk mengurus kuda. Dalam pengabdiannya ia amat menderita, karena dua putra patih, Layang Seto dan Layang Kumitir sangat membencinya. Putri patih satu-satunya, Anjasmoro jatuh hati kepada Damarwulan sejak pertama bertemu.

Ancaman Blambangan makin gawat. Minakjinggo minta penyerahan Majapahit dan Ratu Kencana Wungu jadi permaisurinya. Suatu malam, Ratu Kencana Wungu mendapatkan ilham bahwa seorang pemuda bernama Damarsasongko alias Damarwulan dapat mengalahkan Minakjinggo, Raja Blambangan. Maka ia minta Logender untuk mencari pemuda itu. Tentu tidak sukar mencarinya, cuma hal itu membuat dua anaknya iri hati. Diutuslah Damarwulan ke Blambangan. Sebelum pergi Damarwulan mengawini Anjasmoro dulu. Dengan bantuan Dewi Wahita dan Dewi Puyengan, istri Minakjinggo sendiri yang jatuh hati terhadap Damarwulan, akhirnya Damarwulan dapat memenggal kepala Minakjinggo dengan senjatanya sendiri Gada Besi Kuning, yang dicuri oleh Wahita.

Dalam perjalanan pulang, Damarwulan dihadang Layang Seto dan Layang Kumitir. Damarwulan yang dibuang ke jurang selamat berkat bantuan arwah ayahnya. Kemudian di hadapan Ratu Kencana Wungu terjadi keraguan: siapakah sebenarnya yang membunuh Minakjinggo? Maka sang Ratu minta Damarwulan diadu melawan Layang Seto dan Layang Kumitir. Sesuai dengan janji Ratu, kemenangan Damarwulan berhadiah naik tahta Majapahit dan memperistri Kencana Wungu.

Kesulitan belum berakhir. Kumitir atas petunjuk ayahnya bergabung dengan kerajaan lain yang hendak berontak. Seto merayu dua pendekar jago untuk bisa mengalahkan Damarwulan. Dua pendekar ini dipesan memang mencari Damarwulan karena dia itu saudaranya. Dalam duel antar saudara tadi, arwah ayah Damar muncul lagi melerai. Mereka lalu menyelesaikan para pemberontak yang menyerang istana Majapahit. Maka berakhirlah kisah pemuda tampan yang selalu beruntung dan disenangi perempuan ini.

Produser : Abdul Moeis Sofyan
Sutradara : Lilik Sudjio
Penulis : Alim Bachtiar, Djoko S Koesdiman
Pemeran : Harun Syarief, Benny G Rahardja, Suroto, S Djathi Kusumo, Zainal Abidin, Awang Darmawan, Pong Hardjatmo, Chintami Atmanegara, Minati Atmanegara, Wieke Widowati, Chetty Hawafara
Produksi : PT Kalimantan Film (1983)

sumber : filmindonesia.or.id
gambar : youtubecinemax.blogspot.com


loading...
Komentar Pemirsa