Latest Movie :
Baru Tayang

Bernafas dalam Lumpur (1970)

Sinopsis Film : Bernafas dalam Lumpur
Supinah, kemudian bernama Yanti (Suzanna) terpaksa meninggalkan anaknya di kampung untuk mencari suaminya yang sudah lama berusaha di Jakarta. Harapannya pupus ketika tahu suaminya sudah menikah lagi, dan malah mengusirnya. Terlunta-lunta di kota ia terperangkap masuk jaringan perdagangan wanita. Pertemuannya dengan Budiman (Rachmat Kartolo), anak orang berada yang bertaruh dengan kawan-kawannya agar membawa pacar pada suatu pesta, adalah awal dari perubahan perjalanan hidup Supinah. Lewat liku-liku peristiwa yang dialami Supinah (tekanan germo) dan Budiman (tekanan orangtua), Budiman akhirnya mengejar ke kampung dan mengajaknya menikah. Yanti meninggal.

Produser : Turino Djunaidy
Sutradara : Turino Djunaidy
Penulis : Turino Djunaidy, Zainal Abdi
Pemeran : Rachmat Kartolo, Suzana, Farouk Afero, Ismed M Noor, Sofia (Sofia WD), Sri Harto, Usbanda, Nurnaningsih, Tuty S, Dicky Suprapto, Ratno Timoer
Produksi : PT Sarinande Films (1970)

sumber : filmindonesia.or.id

Air Mata Kekasih (Lover's Tears) - 1971

Sinopsis Film : Air Mata Kekasih (Lover's Tears)
Tony (Budi Schwarzkrone) selalu menghindar dari Natalia (Suzanna), karena merasa dirinya tak pantas menjadi pasangan dari kalangan berada, sementara sekolah dirinya pun dibiayai oleh Wati (Sri Redjeki) yang menjadi istri Dr Hardi (S. Bono). Wati yang pernah mencintai Tony, rela berkurban. Dia juga mendorong Natalia untuk terus merebut Tony, yang suatu hari lari dan pacaran dengan seorang pramuria, Rosa (Wenny Wullur). Kisah yang bertele-tele dan seolah tak masuk akal ini baru ketahuan di ujung film. Tony adalah anak ayah Natalia (AN Alcaff) dengan perempuan lain sebelum kawin dengan istrinya sekarang (Sofia WD). Itu sebabnya, kedua orangtua ini selalu menghalangi hubungan Tony-Natalia. Tony akhirnya meninggal karena ternyata punya penyakit leukemia.

Produser : Sabirin Kasdani
Sutradara : Lilik Sudjio
Penulis : Lilik Sudjio, Zaldi
Pemeran : Suzanna, Sri Redjeki, AN Alcaff, Sofia (Sofia WD), S Bono, Wenny Wullur, Budi Schwarzkrone, Windy Djatmiko, Farouk Afero
Produksi : PT Rapi Film (1971)

sumber : filmindonesia.or.id
gambar : indonesianfilmcenter.com





Pendekar Ksatria (1988)

Sinopsis Film : Pendekar Ksatria
Pasukan Sultan Agung sudah ada di Krawang dalam usaha menyerbu Batavia. Bupati Ardi Soma (Jimmy Prakoso), bawahan Sultan Cirebon, mencoba mengadu domba Cirebon dan Mataram. Ia mengirim surat ke Batavia. Surat itulah yang jadi pangkal masalah kisah film. Wirasaba (Barry Prima), pendekar muda, yang ingin menyatukan para pendekar untuk membantu perjuangan Sultan Agung, merampas surat itu dan tahulah dia betapa sang bupati berkhianat. Usaha ini juga diketahui guru Wirasaba, Wadas Putih (Advent Bangun) dan putrinya, Cempaka (Wenny Rosaline), pacar Wirasaba. Ardi Soma dengan lihai menggunakan Wadas Putih. Ia menggunakan kesetiaan Wadas Putih sebagai rakyat kabupaten dengan mengangkatnya sebagai kepala seluruh perguruan di wilayah itu. Maka guru dan murid jadi bermusuhan, bahkan juga dengan putrinya sendiri, Cempaka yang semakin memusuhi ayahnya setelah kakaknya, Kenanga (Ade Rosanti) dibunuh ayahnya sendiri. Bahkan Cempaka sempat konflik dengan Wirasaba. Wirasaba yang diberi tambahan ilmu oleh arwah guru Wadas Putih, murid berhasil mengalahkan gurunya.

Produser : Handi Muljono
Sutradara : Jopi Burnama
Penulis : Imam Tantowi
Pemeran : Wenny Rosaline, Barry Prima, Advent Bangun, Ade Rosanti, Jimmy Prakoso
Produksi : PT Kanta Indah Film (1988)

sumber : filmindonesia.or.id

Pendekar Mata Satu (1989)

Sinopsis Film : Pendekar Mata Satu
Datuk Alang-alang berhasil merebut pusaka sakti Sabuk Badak dari kakak seperguruannya. Anak kakak seperguruan tadi, dilempar bambu tepat di mata kirinya. Maka lengkaplah dua pusaka warisan gurunya menjadi miliknya. Yang sudah dimilikinya pusaka Conde Mas. Ia jadi kebal dan bertindak sewenang-wenang, menguasai desa-desa sekitar. Anak tadi, Galak, ternyata tertolong oleh seorang guru yang lalu melatihnya silat hingga dewasa. Bersama teman seperguruannya, Buntar, Galak lalu turun gunung dan mencari pembunuh ayahnya, yang berhasil ditewaskannya.

Produser : Handi Muljono
Sutradara : SA Karim
Penulis : Firman Triyadi, Djasman Djakiman
Pemeran : Malek Noor, Yoseph Hungan, Zaitun Sulaiman, Sutrisno Wijaya, Ziela Jalil
Produksi : PT Kanta Indah Film (1989)

sumber : filmindonesia.or.id

×
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Film Indonesia Jadul - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger