Nada-nada Rindu (1987)

Film rhoma nada nada rindu
Sinopsis film Nada-nada Rindu
Karena kalah bersaing baik dalam musik maupun pacar, Ramlan (Pupung Harris) menggunakan akal licik. Camelia Malik alias Mia (Camelia Malik) pasangan duetnya, sukses besar dan pacaran dengan Rhoma. Mula-mula Ramlan mengusulkan pada produsernya, Niko (Piet Pagau), untuk menarik Mia dari perusahaan rekaman saingannya. Niko setuju. Maka Ramlan beraksi. Ia menggunakan umpan Maya (Dana Christina), pacarnya yang kecanduan narkotika, untuk merayu Rhoma, dan menaruh obat di minuman Rhoma. Lalu Maya dipotret bersama Rhoma di tempat tidur. Foto disebarkan ke surat kabar, hingga heboh, sementara ia menarik Maya ke perusahaan Niko dan membuat pementasan sendiri.

Waktu hendak menggagahi Mia, tindakan Ramlan kepergok Maya yang memang mencintainya, hingga Maya membuka rahasianya. Ramlan mengancam Mia untuk tutup mulut. Rhoma yang terpukul, pergi menyepi ke tempat gurunya. Di sana ia disarankan untuk ganti nama dan mulai lagi dari bawah. Rhoma menyamar menjadi Zulfikar dan berhasil diterima rekaman oleh Niko, karena kemiripan suaranya dengan Rhoma. Niko ingin menduetkannya dengan Mia. Ramlan kembali cemburu. Bersama temannya ia menghajar Rhoma di jalanan. Pada malam pertunjukan yang dijadwalkan, ternyata Rhoma tetap tampil meski terlambat. Dan Mia membuka kedok Ramlan yang sebenarnya. Banyak lagu yang dilantunkan secara penuh hingga film terasa panjang.

Produser : Budhi Sutrisno
Sutradara : Muchlis Raya
Penulis : Muchlis Raya, Rhoma Irama, Ibnu Burdah
Pemeran : Rhoma Irama, Pupung Harris, Camelia Malik, Piet Pagau, Dana Christina
Produksi : PT Firman Mercu Alam Film (1987)

sumber : filmindonesia.or.id

Tutur Tinular - Pedang Naga Puspa (1989)

film tutur tinular pedang naga puspa
Sinopsis film Tutur Tinular (Pedang Naga Puspa)
Kisah mengambil latar belakang runtuhnya Singasari dan munculnya Kediri. Mula-mula kisah tentang kakak-beradik Arya Dwipangga (Baron Hermanto), yang senang olah sastra dan Arya Kamandanu (Benny G. Rahardja), yang asyik olah silat. Pacar Kamandanu direbut oleh Dwipangga. Ia lari dan diperangkap masuk gua ahli senjata Empu Ranubaya dan dijadikan murid. Ranubaya adalah kawan seperguruan Empu Hanggareksa, ayah Kamandanu. Cuma dua empu ini bertolak belakang dalam sikap. Hanggareksa mengabdi raja Singasari, Kartanegara (Aspar Paturusi), Ranubaya tidak mau. Kertanegara kedatangan utusan Kubilai Khan dari Mongolia yang ingin menjalin hubungan damai. Tawaran itu ditampik. Utusan Mongolia kecewa dan pulang sambil menculik Empu Ranubaya (Yoseph Hungan). Di Mongolia Empu Ranubaya sangat diperhatikan Kubilai Khan (Syarief Friant), dan disuruh membuat pedang Naga Puspa. Hal ini membuat cemburu perwira tinggi lain. Mereka merencanakan melenyapkan Empu Ranubaya. Untung ada kelompok lain yang menyelamatkan Empu Ranubaya dan pedangnya, yaitu Lou (Lamting) dan istrinya Mei Shin (Elly Ermawati), yang kemudian disuruh membawa pedang itu dan terdampar di Jawa. Pedang lalu diperebutkan para pendekar kerajaan Kediri yang baru saja dibangun menggantikan Singasari. Lou dan Mei Shin dibantu oleh Kamandanu. Lou meninggal. Mei Shin berniat balas dendam.

Produser : Handi Muljono
Sutradara : Nurhadie Irawan
Penulis : S Tidjab
Pemeran : Yoseph Hungan, Benny G Rahardja, Lamting, Elly Ermawati, Aspar Paturusi, Syarief Friant, Baron Hermanto
Produksi : PT Kanta Indah Film - PT Kalbe Farma (1989)

sumber : filmindonesia.or.id
gambar : jejakandromeda.com


Kutukan Nyai Roro Kidul (1979)

film jadul Kutukan Nyai Roro Kidul
Sinopsis film Kutukan Nyai Roro Kidul
Wulan yang terus diganggu mimpi buruk, dinasehati agar kawin supaya sembuh. Celakanya, suaminya selalu meninggal pada malam pertama pengantin, hingga menjadi gunjingan penduduk desa, bahkan sampai ingin menghabisi Wulan. Seorang kyai muda yang datang ke desa itu karena diutus gurunya, mencoba melerai. Ia malah melamar dan mengawini Wulan. 40 hari lamanya Wulan tak disentuh. Ia terus berdoa bersama dengan seluruh penduduk desa yang berhasil ditobatkannya. Akhirnya ia berhasil melawan kutukan Nyai Roro Kidul yang disalurkan lewat Wulan.

Produser : Gatot Sukarno
Sutradara : BZ Kadaryono
Penulis : BZ Kadaryono
Pemeran : Yanie Wulandari, Aedy Moward, Waty Siregar, Tien Kadaryono, Cathy Lengkong
Produksi : PT Haka Film (1979)

sumber : filmindonesia.or.id

Dilihat Boleh Dipegang Jangan (1983)

Film Dilihat boleh dipegang jangan
Sinopsis film Dilihat Boleh Dipegang Jangan
Sejak kecil, Jacky hidup dan dibesarkan di desa oleh keluarga kakeknya. Setelah cukup dewasa Jacky diambil lagi oleh ibunya dan hidup sebagai orang kota. Kelakuan Jacky di kota banyak mengundang perhatian orang, karena dianggap terlalu lugu dan menjadi lucu. Sedang Jacky merasa tetap biasa-biasa saja. Rita, seorang gadis kota, mempunyai penilaian lain terhadap Jacky. Hal itu terbukti di depan mata Rita, saat Jacky berhasil mendamaikan orang yang sedang berselisih. Jacky sebenarnya memang orang yang jujur dan berani. Rita pun semakin simpati dan menjurus ke jatuh cinta. Tetapi Jacky kemudian menghilang, ketika simpati Rita mulai berkobar padanya.

Produser: Raam Punjabi, Dhamoo Punjabi
Sutradara : Danu Umbara
Penulis : Pitrajaya Burnama, Melanie Umbara
Pemeran : Jacky Zimah, Rita Sugiarto, Alwi AS, Mat Solar, Mangara Siahaan
Produksi : PT Parkit Film (1983)

sumber : filmindonesia.or.id

Brandal-brandal Metropolitan (1971)

film jadul Brandal-brandal Metropolitan
Sinopsis film Brandal-brandal Metropolitan
Sejak ayahnya dirawat di rumah sakit, Rocky (Arnold Portier) tak betah di rumah, dan bergabung dengan sebuah geng yang dipimpin Leo (Broery Marantika). Lewat Leo ini Rocky berkenalan dengan tante Maria (Risnasari) dan langsung rapat. Akibatnya, Leo dan Rocky bentrok dan Rocky membuat geng sendiri yang kerjanya memeras restoran. Perbuatan ini membuat Rocky juga bentrok dengan tante Maria. Untung ada gadis yang diganggu geng Leo. Gadis itu, Tanti (Emilia Contessa) dibantu dan jadi pacarnya. Tanti berhasil mengubah Rocky dari kebrandalannya, tapi ia tetap harus melayani bekas pacar Tanti yang bersama geng Leo mengeroyoknya hingga masuk rumah sakit. Dikisahkan pula ibu tiri Rocky, Nani (Paula Rumokoy) yang menyeweng dan lalu insyaf.

Sutradara : Yung Indrajaya, SM Ardan
Penulis : SM Ardan, Ali Shahab
Pemeran : Emilia Contessa, Arnold Portier, Broery Marantika, Paula Rumokoy, Iwan Taruna, Alfian, Teddy Mala, Ria Maritha, Risnasari, Godfried Sancho, Jus Harrys, AN Alcaff, Benyamin S
Produksi : PT Indonesia Timur Djaya (1971)

sumber : filmindonesia.or.id

Bawang Putih (1974)

Film bawang putih titik puspa
Sinopsis film Bawang Putih
Suatu peristiwa di zaman antah berantah. Mak Bakung (Titiek Puspa) punya anak kandung, Mawar (Ita Sitompul) dan anak tiri, Melati (Tanty Josepha). Ketika dewasa, Melati yang cantik dikhawatirkan bakal mengalahkan Mawar. Karenanya Melati diperlakukan sebagai budak. Melati menerima saja perlakuan ibu dan saudaranya itu. Ia juga berlaku ramah kepada semua orang, hingga Melati disayang. Hal sebaliknya berlaku bagi Mak Bakung dan Mawar yang kasar, cerewet, sombong dan judes. Sewaktu seorang pangeran sedang berburu dan sampai di desa mereka, ia jatuh hati pada Melati dan meminangnya untuk jadi permaisuri. Mak Bakung dan Mawar jadi sadar, dan rakyat menyambut pengantin baru itu.

Produser: Bucuk Suharto
Sutradara: F Sutrisno
Penulis: Mus Mualim, F Sutrisno, Titiek Puspa
Pemeran: Titiek Puspa, Tanty Josepha, Broery Marantika, Ita Sitompul, Kris Biantoro, Nanin Sudiar, Elly Kasim, Iskak, Budiman, Said Effendy, Wirdaningsih
Produksi : PT Safari Sinar Sakti Film (1974)

sumber : filmindonesia.or.id

Siulan Rahasia (1977)

film jadul Siulan Rahasia
Sinopsis film Siulan Rahasia
Kadir, menjadi yatim piatu karena berjangkitnya wabah kolera. Oleh guru kelasnya ia dititipkan di rumah keluarga Muharam, yang masih ada hubungan saudara dengan Kadir. Kadir diterima sebagai pembantu di rumah itu. Tugasnya antar-jemput anak-anak Muharam dan berbelanja. Karena sikapnya, Kadir disukai seluruh isi rumah bahkan anak-anak yang dilaluinya pulang dari belanja. Dengan Tono dan Tini, anak Muharam, mereka punya kebiasaan bersiul sebagai kode. Suatu ketika, saat keluarga itu sedang menjenguk ayah Ny. Muharam yang tengah sakit, datang perampok. Kadir yang pulang belanja dari pasar, berhasil menyelinap ke mobil perampok. Di sarang penjahat ia disekap, sampai datang polisi yang berusaha membongkar kejahatan itu. Polisi, Muharam, Tono, polisi, dan kawan-kawan Kadir menyamar sebagai pengamen topeng monyet. Ketika mendekati kamar penyekapan Kadir, Tono mendengar siulan rahasia yang dikenalnya. Maka, yakinlah mereka bahwa Kadir ditahan di sana. Kadir kemudian bisa meneruskan sekolahnya bersama Tono dan Tini.

Produser : Jackson, Sjamsuddin
Sutradara : Maman Firmansjah
Penulis : Sjuman Djaya, Pak Kasur, Bu Kasur
Pemeran: Nino Sri Budoyo, Narotama Kussudiardjo, Ria Irawan, Bagong Kussudiardjo, Pak Kasur, Bu Kasur
Produksi PT Sjam Studio Film Prod - Jackson Record & Tapes (1977)

sumber : filmindonesia.or.id

Sama-sama Senang (1984)

Film Jadul sama-sama senang
Sinopsis film Sama-sama Senang
Film ini tampak sekali memanfaatkan Euis Darliah yang tengah populer. Untuk pelaris lain ditampilkan pelawak yang tergabung dalam Tomtam Group (Qomar, Kimung, Ogut, Firman), dan Memed Mini. Dan Maruli Sitompul pun terpaksa melakukan adegan banyolan. Awal film ini memang bernada banyolan, tapi berakhir dengan sedikit laga dan drama.

Kisahnya tentang Euis yang doyan nyanyi, tapi kegiatan itu tak disetujui orang tuanya, hingga dia harus sembunyi-sembunyi. Yang jadi kebanggaan orang tua adalah anak tertua, Santi yang kuliah di Bandung. Perjuangan Euis menjadi penyanyi (dengan warna rock yang menjadi cirinya sebagai penyanyi sungguhan) berhasil, dan anak kesayangan justru jadi korban narkotika.

Produser : Haryadi Siswanto
Sutradara : Iksan Lahardi
Penulis : Deddy Armand, Iksan Lahardi
Pemeran : Euis Darliah, Leily Sagita, Qomar, Kimung, Ogut, Firman
Produksi : PT Nugraha Mas Film (1984)

sumber : filmindonesia.or.id

Inem Pelayan Sexy 3 (1977)

film-jadul-inem-pelayan-sexy-3
Sinopsis Inem Pelayan Sexy 3
Dengan slogan "Tanpa Babu Negara Kacau", Inem mengadakan kongres babu-babu lengkap dengan segala upacara dan tata caranya. Kongres ini berangkat dari pikiran bahwa nasib babu masih sengsara dan mendapat perlakuan tak adil. Sebagai bekas babu dan kini istri multi milyarder, dia tergerak untuk memperbaiki nasib kaumnya. Tapi, sebenarnya kegiatan ini muncul dari ambisi pribadinya untuk menjadi tokoh, di samping dia tidak lagi tahu harus berbuat apa sebagai istri orang kaya. Hal inilah yang sebenarnya lebih jadi motivasi utama. Maka semua tindakannya jadi tidak proporsional: ada Bank Babu-Babu, Monumen Babu-Babu, Perumahan Babu-Babu, Taman Babu-Babu, dll. Ketidakseimbangan ini dipulihkan di akhir film. Semua usaha Inem kocar-kacir, rumah tangganya pun kocar-kacir. Inem kembali jadi istri "biasa". Film ini paling lengkap menunjukkan sikap sosial Nya Abbas.

Produser : Djamaluddin S
Sutradara : Nya Abbas Akup
Penulis : Nya Abbas Akup/04/sinopsis-inem-pelayan-sexy-3-1977.html
Pemeran : Doris Callebaute, Titiek Puspa, Jalal, Aedy Moward, Suprapto
Produksi : PT Candi Dewi Film (1977)

sumber : filmindonesia.or.id

Inem Pelayan Sexy 2 (1977)

film jadul Inem pelayan sexy 2
Sinopsis Inem Pelayan Sexy 2
Inem sudah jadi nyonya besar, tapi gunjingan terus berjalan. Inem kebetulan ketemu bekas suaminya. Brontoyudo cemburu sampai linglung, melihat Inem masih intim dengan bekas suaminya. Ny. Cokro mendorong-dorong suaminya untuk menyelesaikan masalah ini. Tindakan pertama, membuka lamaran babu-babu baru. Maka berduyunlah yang melamar. Babu pilihan disodorkan pada Bronto, tapi Inem seperti tak kenal cemburu. Di akhir film baru tampak keintiman Inem dengan bekas suaminya: Inem mendirikan sekolah asrama yatim piatu dll.

Produser : Djamaluddin S
Sutradara : Nya Abbas Akup
Penulis : Nya Abbas Akup
Pemeran : Doris Callebaute, Herry Koko, Jalal, Kardjo AC-DC, Titiek Puspa, Aedy Moward
Produksi : PT Candi Dewi Film (1977)

sumber : filmindonesia.or.id

Si Pandir Berkelana (1993)

Film Jadul si Pandir berkelana
Sinopsis film Si Pandir Berkelana
Pak Pandir (Darussamin) pergi menuju kota untuk menjual sapi guna membeli televisi. Istrinya, Endung Andhir (Telly Hendriana), dan anaknya, Rizal (Ron Ron), tinggal di rumah dengan kuatir Pak Pandir akan dikelabui orang. Di kota Pak Pandir ternyata mampu mengelabui orang-orang yang hendak mengelabuinya. Ia bahkan sempat jalan-jalan keliling kota, ke luar masuk gedung perkantoran, dan menyaksikan berbagai keajaiban yang tak ada di kampungnya. Ia pulang membawa televisi dan kehilangan gelar sebagai orang pandir.

Produser : Leonita Sutopo
Sutradara : Syamsul Fuad
Penulis : Buce Malawau
Pemeran : Darussamin, Telly Hendriana, Ron Ron
Produksi : PT Inem Film (1993)

sumber : filmindonesia.or.id

Sembilan Janda Genit (1977)

Film Jadul 9 janda genit
Sinopsis film Sembilan Janda Genit
Dul Jitu dicerai istrinya, Murni, karena tak punya kerja. Murni lalu pergi ke Jakarta dan bergabung dengan delapan janda yang menghuni sebuah rumah. Mereka ini belajar jadi foto model, peragawati, dll. Murni jadi top, karena itu jadi incaran banyak lelaki termasuk Ebat yang impoten, dan Broto. Ebat hampir berhasil saat Broto membocorkan rahasianya pada istrinya dan Murni kembali lagi pada Dul Jitu.

Produser : Yudha Suyoso
Sutradara : Iksan Lahardi
Penulis : Pitrajaya Burnama, Tindra Rengat
Pemeran : Mansjur Sjah, Susanna Caecilia, A Hamid Arief, Zainal Abidin, Nenny Triana
Produksi : PT Insantra Film (1977)

sumber : filmindonesia.or.id