Latest Movie :
Baru Tayang

Rajawali Sakti (1976)

Film Jadul Rajawali Sakti
Sinopsis Film : Rajawali Sakti
irgantara Putra alias Tara (Johny Kokong) turun gunung meninggalkan guru yang mendewasakannya dan memberinya ilmu. Ia juga berniat mencari tahu siapa dirinya lewat potongan kalung yang dibawanya saat ia diselamatkan sang guru waktu kecil 20 tahun lalu. Di suatu desa ia bentrok dengan anak buah Mandar (WD Mochtar), tuan tanah kejam dan serakah. Mengetahui anak buahnya kalah oleh Tara, maka Mandar berniat mencari centeng baru yang lebih jago. Diadakanlah sayembara dengan pertarungan. Yang menang dijadikan centeng. Di saat terakhir Tara masuk arena. Ia berniat jadi centeng untuk mengetahui kalung yang dikenakan putri Mandar, Nila (Tina Juhara). Tara tak tahan dan lalu berbalik menentang Mandar ketika harus berbuat kejam terhadap Rasyid (Parto Tegal), yang dipaksa menyerahkan tanahnya. Rasyid dan istrinya meninggal, tapi anak perempuannya, Sari (Septia Rini) lolos, ditolong guru Tara dan dilatihnya. Tara sendiri ditangkap dan dikurung tanpa diberi makan.Nila kasihan dan menyuruh pembantu setianya (Supi Rachman), untuk memberi makan. Pada pembantu ini, Tara menyatakan ingin bertemu Nila untuk urusan kalung. Saat bertemu, berceritalah sang pembantu. Tara dan Nila masih beribu sama. Ayah Tara dibunuh Mandar, karena menginginkan ibu Tara, yang lalu dipaksa kawin dan melahirkan Nila. Habis bercerita, sang pembantu tewas dilempar golok Mandar. Tara tiba-tiba pulih kekuatannya dan mendobrak tembok kurungan. Pada saat bersamaan Sari datang membantu. Berdua mereka menghabisi anak buah Mandar, sebelum akhirnya berduel dengan Mandar, yang entah bagaimana terjadi di tepi pantai. Mandar tewas.
Dirgantara Putra alias Tara (Johny Kokong) turun gunung meninggalkan guru yang mendewasakannya dan memberinya ilmu. Ia juga berniat mencari tahu siapa dirinya lewat potongan kalung yang dibawanya saat ia diselamatkan sang guru waktu kecil 20 tahun lalu.

Di suatu desa ia bentrok dengan anak buah Mandar (WD Mochtar), tuan tanah kejam dan serakah. Mengetahui anak buahnya kalah oleh Tara, maka Mandar berniat mencari centeng baru yang lebih jago. Diadakanlah sayembara dengan pertarungan. Yang menang dijadikan centeng. Di saat terakhir Tara masuk arena. Ia berniat jadi centeng untuk mengetahui kalung yang dikenakan putri Mandar, Nila (Tina Juhara). Tara tak tahan dan lalu berbalik menentang Mandar ketika harus berbuat kejam terhadap Rasyid (Parto Tegal), yang dipaksa menyerahkan tanahnya. Rasyid dan istrinya meninggal, tapi anak perempuannya, Sari (Septia Rini) lolos, ditolong guru Tara dan dilatihnya. Tara sendiri ditangkap dan dikurung tanpa diberi makan.

Nila kasihan dan menyuruh pembantu setianya (Supi Rachman), untuk memberi makan. Pada pembantu ini, Tara menyatakan ingin bertemu Nila untuk urusan kalung. Saat bertemu, berceritalah sang pembantu. Tara dan Nila masih beribu sama. Ayah Tara dibunuh Mandar, karena menginginkan ibu Tara, yang lalu dipaksa kawin dan melahirkan Nila. Habis bercerita, sang pembantu tewas dilempar golok Mandar. Tara tiba-tiba pulih kekuatannya dan mendobrak tembok kurungan. Pada saat bersamaan Sari datang membantu. Berdua mereka menghabisi anak buah Mandar, sebelum akhirnya berduel dengan Mandar, yang entah bagaimana terjadi di tepi pantai. Mandar tewas.

Produser : Sugiri, S Soetrisno
Sutradara : Sisworo Gautama
Penulis : Darto Joned, Ganes TH
Pemeran : Johny Kokong, WD Mochtar, Tina Juhara, Parto Tegal, Septia Rini, Supi Rachman
Produksi : PT Surya Dirgantara Film & Penas Film Studio (1976)

sumber : filmindonesia.or.id


Rakit (1971)

Film Jadul Rakit
Sinopsis Film : Rakit
Kematian istrinya, Maria (Sofia WD) oleh garong Paing (WD Mochtar), membuat Wira (Rachmat Hidayat) mencari hiburan pada minuman dan perempuan. Dila (Paula Rumokoy), anak Wira-Maria yang kesepian memilih sekolah di luar negeri. Ketika pulang diam-diam, ia menjumpai ibu tiri Lena (Rima Melati). Cerita kemudian beralih ketika Dila tergoda bertualang dengan mengikuti rakit Mail (Rachmat Kartolo), pembantu rumah tangga keluarga Wira, yang mengalir ke Tangerang. Ketegangan terjadi ketika Paing memaksa ikut rakit itu. Sebelum Dila mengenali pembunuh ibunya itu, terjadi perkelahian antara Mail dan Paing. Wira yang mencari-cari, menemukan Dila dan langsung menyerang Mail yang dianggap sebagai gara-gara, apalagi Paing telah kalah. Dila yang gagal menjelaskan duduk soal, lalu mengambil bedil dan menembak ayahnya. Kena paha. Barulah duduk soal bisa jelas, sambil Paing dalam keadaan terikat di rakit.

Produser : Sandy Suwardi Hassan
Sutradara : Sandy Suwardi Hassan
Penulis : Sandy Suwardi Hassan, Ishak Suhaya
Pemeran : WD Mochtar, Sofia (Sofia WD), Rachmat Kartolo, Paula Rumokoy, Rachmat Hidayat, Rima Melati, Ismed M Noor, Hadisjam Tahax, Hanny Pelupessy, Iwan Taruna, Rina Hassim, A Hadi, Wolly Sutinah, Ishaq Iskandar, Sri Harto, Nurnaningsih, Dolf Damora
Produksi : CV Indonesia Film Production (1971)

sumber : filmindonesia.or.id
gambar : bengkuluekspress.com


Si Gondrong (1971)

Film Jadul si Gondrong
Sinopsis Film : Si Gondrong
Tempo dulu. Ada jagoan Palmerah bernama Rombeng (Sukarno M. Noor) yang kejam dan telengas. Yang jadi korban rakyat kecil dan gadis cantik. Terkisah pula ada pemuda berambut gondrong, hingga namanya hanya dikenal sebagai Si Gondrong (Farouk Afero), yang juga jago silat. Ia jagoan Kwitang. Perkenalannya dengan Patmah (Mila Karmila), gadis manis pandai mengaji, membuat dia mudah terpikat, apalagi dia barusan dikhianati pacarnya Mimin (Rahayu Effendi), perempuan nakal. Mimin berubah benci dan menghasut Rombeng menculik Patmah. Maka perkelahian demi perkelahian berlangsung, dengan akhir kemenangan Si Gondrong. Rombeng kalah karena kena sabet stagen wasiat.

Produser : Ray Kishore
Sutradara : Fritz G Schadt
Penulis : SM Ardan, Ali Shahab
Pemeran : Farouk Afero, Sukarno M Noor, Rahayu Effendi, Rd Mochtar, Mila Karmila, Mansjur Sjah, Arifin Lubis, S Parya, Adang Mansyur
Produksi : CV Sukmadjaja Film (1971)

sumber : filmindonesia.or.id


Ratu Sakti Calon Arang (1985)

film jadul Ratu Sakti Calon Arang
Sinopsis film : Ratu Sakti Calon Arang
Calon Arang, janda sakti, berambisi merebut tahta kerajaan Daha. Ambisi yang membuahkan amarah itu, ia lampiaskan pada rakyat, hingga masyarakat resah. Putrinya, Ratna Mangali, yang sudah cukup tua, belum juga bersuami. Mangali ini berbeda dengan ibunya. Ia baik hati dan sering membantu penduduk. Hal ini menambah marah Calon Arang. Akibatnya, orang semakin takut melamar putrinya.

Untuk mengatasi keganasan Calon Arang, Raja Daha mencari tahu kelemahan janda sakti itu dengan meminta tolong Empu Baradah. Baradah lalu menyuruh anak dan muridnya sekaligus, Empu Bahula untuk mengawini Ratna Manggali. Setelah rahasia diketahui, Empu Barada dan Bahula menyerang Calon Arang dan gerombolannya. Berhasil. Bahula tetap memperistri Ratna Mangali. Legenda dari Jawa Timur ini disuguhkan dalam gaya Bali, baik dalam kostum, musik, adat, maupun kepercayaan.

Produser : Ram Soraya
Sutradara : Sisworo Gautama
Penulis : IGL Jagat Karana
Pemeran : Suzanna, Amoroso Katamsi, Barry Prima, Diana Suarkom, Johny Matakena
Produksi : PT Soraya Intercine Film (1985)

sumber : filmindonesia.or.id
gambar : jadool.blogspot.com


×
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Film Indonesia Jadul - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger